KPH Yudanegara: Smart Village Harus Dimulai dari Lurah dan Pamong yang Melayani

Trisna Purwoko
Kepala Dinas PMK2PS DIY KPH H. Yudanegara menyampaikan materi dalam Workshop Smart Village, Rabu (12/8/2026).Foto: Istimewa

KPH Yudanegara menegaskan transformasi digital di tingkat kalurahan tidak boleh membuat pemerintah kehilangan karakter dasarnya sebagai pelayan masyarakat.

Sebaliknya, teknologi harus memperkuat nilai-nilai kepamongprajaan yang selama ini menjadi bagian dari pemerintahan di Yogyakarta.

Karena itu, pengembangan smart village perlu berjalan seiring dengan pembentukan budaya pemerintahan yang profesional. Ia menyebut budaya pemerintahan SATRIYA BerAKHLAK sebagai salah satu pegangan pamong dalam menjalankan tata kelola pemerintahan.

“Semangat pelayanan tersebut perlu diterapkan dalam cara pemerintah bekerja, termasuk dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital menuju smart village,” tuturnya.

Ia mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan praktisi untuk membahas penguatan kepamongprajaan serta tata kelola pemerintahan desa.

KPH Yudanegara berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi dan praktik nyata.

“Semoga hasil workshop ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kapasitas pamong dan mendorong penerapan smart village yang semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Joko Piroso

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network