Dealer Bajaj pertama di Kabupaten Sragen resmi dibuka sebagai alternatif transportasi sekaligus membuka peluang usaha dan kemitraan bagi masyarakat.Foto:iNews/Joko P
Antonius menjelaskan Sragen dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar sekaligus posisi strategis sebagai daerah penyangga Solo.
Selain kebutuhan transportasi masyarakat, potensi pariwisata Sragen juga dinilai dapat menjadi peluang pengembangan layanan Bajaj.
“Visi kami Bajaj bisa ada di banyak kota di Indonesia. Kebetulan Solo sudah memulai, maka kami ingin terkoneksi ke daerah penyangga. Sragen bisa berkembang ke timur karena di Jawa Timur belum ada dealer,” ujarnya.
Pemkab Sragen berharap kehadiran Bajaj dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem transportasi baru yang tertata. Pemerintah daerah juga mendorong agar aspek perizinan, trayek, tarif, serta operasional diperhatikan sejak awal.
Dengan demikian, kendaraan roda tiga tersebut tidak hanya menjadi alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga Sragen
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
