Siswi 16 Tahun di Karo Alami Gangguan Ingatan, Dokter: Penyebab Harus Diperiksa Menyeluruh

Trisna Purwoko
Dosen PPDS Neurologi UMY, dr. Wahyu Wihartono.Foto: Istimewa

Meski demikian, tingkat pemulihan setiap pasien berbeda. Hal itu dipengaruhi penyebab, tingkat keparahan, luas gangguan, kecepatan penanganan, serta respons terhadap terapi.

“Harapannya, gangguan kognitif tersebut dapat pulih. Namun, perkembangannya tetap harus dipantau. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya serta diarahkan untuk memulihkan fungsi saraf dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar penanganan kasus dugaan keracunan tidak hanya berfokus pada gejala pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.

Gejala yang berkaitan dengan sistem saraf juga perlu menjadi perhatian. Gangguan kesadaran, kejang, kesulitan berbicara, perubahan perilaku, kelemahan anggota tubuh, serta gangguan ingatan merupakan kondisi yang perlu mendapatkan penilaian medis lebih lanjut.

“Jika muncul gejala neurologis, pasien perlu segera mendapatkan penilaian medis secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang sesuai,” pungkas Wahyu.

Editor : Joko Piroso

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network