Meski demikian, tingkat pemulihan setiap pasien berbeda. Hal itu dipengaruhi penyebab, tingkat keparahan, luas gangguan, kecepatan penanganan, serta respons terhadap terapi.
“Harapannya, gangguan kognitif tersebut dapat pulih. Namun, perkembangannya tetap harus dipantau. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya serta diarahkan untuk memulihkan fungsi saraf dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar penanganan kasus dugaan keracunan tidak hanya berfokus pada gejala pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Gejala yang berkaitan dengan sistem saraf juga perlu menjadi perhatian. Gangguan kesadaran, kejang, kesulitan berbicara, perubahan perilaku, kelemahan anggota tubuh, serta gangguan ingatan merupakan kondisi yang perlu mendapatkan penilaian medis lebih lanjut.
“Jika muncul gejala neurologis, pasien perlu segera mendapatkan penilaian medis secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang sesuai,” pungkas Wahyu.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
