Proses evakuasi pohon tumbang di sejumlah titik sempat terkendala karena beberapa pohon masih tersangkut jaringan kabel listrik. Petugas mengutamakan keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum melakukan penanganan.
Hingga kini, BPBD masih berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan relawan untuk memantau situasi serta membantu warga membersihkan puing bangunan dan pohon tumbang.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan mulai bergotong royong memperbaiki atap secara mandiri. Sementara itu, warga yang mengalami kerusakan berat mendapatkan pendampingan lanjutan.
Triyono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim peralihan menuju penghujan dan potensi cuaca ekstrem. Pemerintah Kabupaten Sragen juga tengah memproses penerbitan surat edaran tentang kewaspadaan dini menghadapi musim hujan.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pemkab Sragen dijadwalkan menggelar sarasehan bersama relawan pada Jumat (6/11/2026) malam di Pendopo BPBD Sragen. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Bupati Sragen dan jajaran terkait, serta ditutup dengan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
