Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perda Miras Ditegakkan, Satpol PP Sukoharjo Amankan 360 Botol Ciu di Bekonang
Advertisement . Scroll to see content

Buruh Sukoharjo Tolak Rumusan Besaran UMK, Minta Upah Sesuai Kebutuhan Hidup Layak

Selasa, 21 November 2023 | 19:30 WIB
  • author Nanang SN
Buruh Sukoharjo Tolak Rumusan Besaran UMK, Minta Upah Sesuai Kebutuhan Hidup Layak
Ilustrasi buruh pabrik manufaktur/ Zulvan Kurniawan dari Pixabay

"Pada waktu menggunakan Pasal 89 UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UMK berdasarkan pada survei kebutuhan hidup layak," ungkap Sigit.

Dalam perkembangannya pemerintah menentukan UMK mengacu pada dasar aturan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law dan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan dan PP No. 78 Tahun 2015. Oleh karenanya, Sigit menilai formulasi yang digunakan untuk menentukan UMK telah keliru sejak 2015.

"Munculnya PP No. 78/2015 itu sejak lama telah ditolak buruh karena penghitungan upah hanya mendasarkan pada angka tahun berjalan dengan indikasi hanya dari inflasi dan perkembangan ekonomi," lanjutnya.

Kemudian munculnya PP 36/2021 juga menambah terjadinya penurunan angka upah karena dalam aturan itu hanya memilih salah satu antara inflasi maupun pertumbuhan ekonomi sebagai penghitungan upah.

Kemudian, pada PP No.51/2023 indikator inflasi dan pertumbuhan ekonomi masih harus dibatasi lagi dengan angka alfa tingkat peran serta buruh dalam pertumbuhan ekonomi.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut