Meski demikian, penunjukan PKA sebagai pemenang tender proyek strategis dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Boyolali memicu reaksi keras dari masyarakat sipil.
Lembaga Masyarakat Regional Anti-Korupsi (Marak) Jateng menyoroti keputusan panitia lelang dan menyuarakan kekhawatiran publik atas rekam jejak perusahaan tersebut.
Ketua Marak Jateng, Joko Prakosa menilai pemberitaan mengenai dugaan korupsi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam proses tender. “Sudah tersebar luas di media. Tapi perusahaan dengan catatan seperti itu malah dimenangkan. Kami minta tender proyek Jalan Pandanaran diulang,” tegas Joko.
Editor : Joko Piroso
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
Sidang Paripurna DPRD Ngawi Menetapkan PAW Dua Anggotanya karena Tersangkut Korupsi dan Mengundurkan
BERITA POPULER
+
News Update
