Kegiatan diawali flag off oleh Dewan Pengawas bersama jajaran Direksi RSO Soeharso. Pelepasan peserta menjadi simbol kesempatan yang setara bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk berpartisipasi dalam kegiatan publik.
Menurut Iqbal, Soeharso Inclusive Run 2026 tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan olahraga. Acara tersebut sekaligus menjadi representasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari perjalanan RSO Soeharso selama 75 tahun.
Usai lari, rangkaian peringatan HUT ke-75 RSO Soeharso dilanjutkan dengan acara internal. Direktur Utama RSO Soeharso Tito Sumarwoto, menyampaikan sambutan, disusul Ketua Dewan Pengawas RSO Soeharso Ghotama Airlangga.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menyampaikan sambutan melalui video tapping.
Peringatan kemudian ditandai pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 75 tahun RSO Soeharso. Momentum tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap seluruh insan rumah sakit yang berkontribusi dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Jejak panjang rumah sakit ditampilkan melalui video “Legacy Journey” yang merangkum perjalanan, dedikasi, transformasi, dan kontribusi RSO Soeharso dari masa ke masa.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
