Tim Reaksi Cepat BPBD Sragen bersama unsur terkait melakukan kaji cepat dan evakuasi. Namun, penanganan di sejumlah titik terkendala minimnya penerangan. Evakuasi di Dusun Genengsari, Banyurip, juga sempat tertunda karena akses jalan licin.
Sehari sebelumnya, angin kencang pada Jumat (30/10) sekitar pukul 18.30 WIB berdampak di Kecamatan Plupuh, Masaran, dan Sidoharjo. Data Pusdalops BPBD mencatat 200 KK atau 641 jiwa terdampak. Kerusakan meliputi rumah warga, fasilitas umum dan pendidikan, serta sejumlah tempat usaha.
Gedung aula Ponpes Raden Patah II di Desa Sumorodukuh, Plupuh, dilaporkan roboh. Tiga unit Koperasi Desa Merah Putih, satu ruko mebel, dan dua kandang sapi juga mengalami kerusakan berat. Selain itu, 11 pohon tumbang menimpa rumah dan gudang atau menghalangi akses jalan. Kerugian material akibat kejadian Jumat ditaksir Rp574.865.000.
BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor di tengah cuaca ekstrem. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang kondisinya tidak aman saat hujan dan angin kencang.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
