SRAGEN, iNewsSragen.id - Meski hujan mulai sering turun, krisis air bersih masih membayangi sejumlah wilayah Sragen Utara. RSUI Amal Sehat Sragen merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan bantuan 33 tangki air bersih ke 17 lokasi di Sragen dan Grobogan.
Bantuan tersebut menyasar warga di Kecamatan Jenar, Tangen, Mondokan, hingga Desa Krajan, Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-33 RSUI Amal Sehat Sragen.
Ketua Dewan Pengawas RSUI Amal Sehat Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, meskipun hujan sudah beberapa kali mengguyur wilayah Sragen, ketersediaan air dari sejumlah sumber mata air di kawasan utara Bengawan Solo belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan warga.
"Bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian RSUI Amal Sehat kepada warga terdampak kekeringan. Semoga bermanfaat dan meringankan beban hidup warga yang selama ini kekurangan air bersih," ujar Yuni.
Distribusi 33 tangki air tersebut dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan di masing-masing lokasi. Penerima bantuan terbanyak berada di Desa Krajan RT 001 dan RT 002, Randurejo, Pulokulon, Grobogan, dengan alokasi enam tangki.
Berikutnya, Desa Towo Denanyar RT 011, Kecamatan Tangen, dan Dukuh Jurang RT 007, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, masing-masing menerima empat tangki.
Sementara itu, Dukuh Jarak Banyurip, Dukuh Doro Banyurip, Sidorejo, Desa Jenar, dan Pulerejo masing-masing mendapatkan dua tangki. Adapun lokasi lainnya menerima masing-masing satu tangki air bersih.
Dalam kegiatan tersebut, Yuni juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga penerima bantuan. Kehadirannya disambut hangat masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.
Penyaluran air bersih menjadi salah satu agenda sosial dalam rangkaian peringatan Milad ke-33 RSUI Amal Sehat Sragen. Sejumlah kegiatan lainnya meliputi senam sehat, konsultasi kesehatan, serta pengobatan gratis bagi masyarakat.
Yuni menjelaskan, puncak Milad ke-33 secara kalender jatuh pada Minggu (29/11/2026). Namun, perayaan internal rumah sakit dijadwalkan berlangsung Senin (30/11/2026).
Agenda puncak tersebut rencananya diisi dengan kegiatan jalan sehat dan pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak pegawai RSUI Amal Sehat Sragen.
Memasuki usia ke-33 tahun, Yuni berharap RSUI Amal Sehat terus menjaga keberlanjutan pelayanan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan dunia kesehatan.
Dia juga menyinggung hasil akreditasi terbaru rumah sakit yang berada pada tingkat Utama, setelah sebelumnya berupaya mempertahankan predikat Paripurna.
"Semua RS di Sragen barangkali turun dari Paripurna ke Utama," ucapnya.
Meski demikian, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk terus melakukan pembenahan internal. Peningkatan kualitas pelayanan medis dan kinerja rumah sakit, menurut Yuni, harus menjadi perhatian agar RSUI Amal Sehat semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui momentum Milad ke-33, RSUI Amal Sehat Sragen berharap tidak hanya berkembang dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga terus hadir memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di wilayah Sragen dan sekitarnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
