SUKOHARJO,iNewsSragen.id - Kisruh Sirekap KPU berimbas kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang khawatir perolehan hasil suara Pemilu 2024 akan berkurang. Di dapil 5 Jateng, PKS optimis meraih dua kursi DPR RI.
Optimistisme itu didasarkan pada rekapitulasi manual dapil 5 Jateng yang dilakukan di internal, dimana selain caleg nomor urut 1 Abdul Kharis Almasyhari, juga ada potensi caleg nomor urut 2, Moch. Samrodin lolos masuk ke parlemen di Senayan.
Hanya saja peluang meraih dua kursi itu terancam sirna setelah Sirekap mengalami error hingga membuat rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di skorsing oleh KPU selama 1 x 24 jam. Skorsing itu memicu kecurigaan adanya kecurangan terhadap penghitungan hasil suara parpol.
Terkait error Sirekap dan skorsing tersebut, Koordinator Pemenangan Dapil (Kordapil) Jateng V DPW PKS Jateng, Budi Hartanto, mengatakan bahwa pihaknya secara resmi melalui biro hukum PKS telah melayangkan surat protes ke KPU dan meminta agar Sirekap dihentikan.
"Karena kami melihat ada problem yang tidak bisa diatasi oleh KPU. Salah satu contohnya adalah naik turunnya suara yang didapatkan para caleg, dan KPU tidak jelas keterangannya. Itu menimbulkan persoalan dikalangan para caleg," kata Budi saat dihubungi, Rabu (21/2/2024).
Editor : Joko Piroso