Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Konsultasi Publik Pabrik Teksil di Sukoharjo Diduga Terhambat Oknum Kades Belum Tanda Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Gaji Tak Dibayar, Program Desa Terhenti: Kelumpuhan Administrasi di Desa Bener Kian Mengkhawatirkan

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 15:31 WIB
  • author Joko Piroso
Gaji Tak Dibayar, Program Desa Terhenti: Kelumpuhan Administrasi di Desa Bener Kian Mengkhawatirkan
Sejumlah perangkat Desa Bener mendatangi Kantor Kecamatan Ngrampal, Jumat (10/10/2025), menuntut kejelasan soal Pj Kades yang mangkir dari tugas. Sudah tiga bulan gaji mereka belum cair akibat kelumpuhan administrasi desa.Foto:iNews/Joko P

DPRD Sragen Desak Pemkab Bertindak Tegas

Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi I DPRD Sragen, Widodo, menilai bahwa penolakan ASN untuk menjalankan tugas sebagai Pj Kades merupakan tindakan tidak pantas. Ia mendesak Pemkab Sragen untuk bersikap tegas terhadap pegawai yang menolak tugas negara tanpa alasan logis.

“Yang namanya ASN harus siap ditempatkan di mana saja dan didudukkan di mana saja. Kalau alasan sakit bisa dimaklumi, tapi kalau tidak mau tanpa alasan jelas, itu tidak bisa dibenarkan,” tegas Widodo.

Menurutnya, penunjukan Pj Kades tentu telah melalui pertimbangan matang. Karena itu, sikap abai terhadap penugasan justru menunjukkan lemahnya kedisiplinan birokrasi.

“Pimpinan menunjuk tentu sudah pertimbangkan. Kalau penolakan ini dibiarkan, berarti sama saja pemerintah membiarkan kelumpuhan pemerintahan di tingkat desa,” imbuhnya.

Widodo memastikan bahwa Komisi I DPRD Sragen akan segera menggelar rapat internal untuk membahas langkah cepat penyelesaian kasus ini. Ia menilai persoalan ini sudah mendesak, karena menyangkut nasib gaji perangkat desa dan keberlangsungan layanan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat Desa Bener kini hanya bisa menunggu tindakan tegas dari pemerintah kabupaten. Sejumlah warga mengaku kecewa dengan lambatnya respon dari pihak kecamatan maupun kabupaten, yang dianggap tidak tanggap terhadap situasi darurat di tingkat desa.

“Kasihan perangkat desa, kerja tanpa gaji. Program juga berhenti. Kapan mau jalan lagi kalau begini terus?” ujar salah satu warga di media sosial.

Ketidakpastian ini menjadi alarm bagi Pemkab Sragen untuk segera memulihkan fungsi pemerintahan di Desa Bener, agar pelayanan publik kembali normal. Bila dibiarkan lebih lama, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan daerah akan semakin merosot.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut