Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa UMY Kembangkan D-Sense, Alat Pantau Bruksisme pada Penyandang Sindrom Down
Advertisement . Scroll to see content

Fenomena Brain Drain Disorot, Ribuan WNI Ajukan Pelepasan Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB
  • author Trisna Purwoko
Fenomena Brain Drain Disorot, Ribuan WNI Ajukan Pelepasan Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir
Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati. (Foto: Istimewa).

Namun demikian, Dian menjelaskan bahwa fenomena tersebut memiliki dimensi berbeda ketika didominasi oleh individu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, keterampilan khusus, atau kompetensi profesional. Dalam kajian hubungan internasional dan ekonomi pembangunan, kondisi tersebut dikenal sebagai brain drain.

Brain drain merupakan perpindahan tenaga kerja terdidik, profesional, maupun individu berkeahlian tinggi dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan memperoleh peluang karier, pendidikan, maupun kualitas hidup yang dinilai lebih baik.

Menurut Dian, apabila tren tersebut terus meningkat tanpa diimbangi kebijakan yang mampu mempertahankan talenta terbaik di dalam negeri, Indonesia berpotensi kehilangan sumber daya manusia strategis yang dibutuhkan untuk mendorong inovasi, daya saing, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menegaskan, perpindahan kewarganegaraan tidak selalu berdampak negatif. Dalam banyak kasus, migrasi merupakan hak setiap individu dan menjadi bagian dari mobilitas global. Namun, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang mendorong warga negara, khususnya SDM berkualitas, memilih berkarier dan menetap di luar negeri.

Menurutnya, berbagai aspek seperti peluang kerja, pengembangan karier, kualitas pendidikan, ekosistem riset, kesejahteraan, hingga kepastian hukum menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk berpindah kewarganegaraan.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut